Loading .. Please wait

KNKT DAN TNI AU PERKUAT SINERGI UNTUK PENINGKATAN KESELAMATAN PENERBANGAN

Image

JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menerima kunjungan dari Kepala Pusat Kelaikan, Keselamatan Terbang, dan Kerja TNI Angkatan Udara (Puslaiklambangjaau), Marsda TNI Andi Wijaya, S.Sos. beserta jajarannya pada Kamis, 17 Juli 2025. Kunjungan/courtesy call ini diisi dengan diskusi terkait isu-isu keselamatan penerbangan yang relevan dengan tugas dan operasional TNI Angkatan Udara.

Kegiatan ini menegaskan komitmen kedua institusi untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas penerbangan. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga menyoroti pentingnya safety leadership, penguatan sistem audit, serta perlunya budaya pelaporan yang jujur dan terbuka dalam menangani setiap insiden. 

Diskusi juga menggarisbawahi pentingnya pelibatan eksternal audit dan pengawasan dari lembaga seperti IDAA (Indonesian Defence Airworthiness Authority) dan DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara), yang bisa memberikan pandangan objektif terhadap implementasi keselamatan di internal TNI AU.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula pentingnya pelatihan dan pendekatan edukatif seperti penggunaan metode placement center yang digunakan oleh maskapai Jepang, All Nippon Airways (ANA), untuk meningkatkan kesadaran kru terhadap insiden-insiden terdahulu. Konsep agen keselamatan atau Civil Aviation Safety Officer (CASO) juga diangkat sebagai solusi untuk memperluas pengawasan keselamatan melalui peran aktif seluruh elemen organisasi.

“Sedikit masukan, kami pernah berkunjung ke All Nippon Airways. Mereka punya placement center, dan semua pegawai All Nippon harus pernah masuk ke placement center.  Itu hal yang sangat bagus, agar mereka tahu kenapa kecelakaan itu terjadi, dan apa penyebabnya. Sehingga ke depannya diharapkan tidak akan terulang,”  ujar Soerjanto Tjahjono, Ketua KNKT.

Diskusi lainnya mencakup pentingnya komunikasi antara sektor militer dan sipil, khususnya dalam menghindari insiden near miss atau nyaris tabrakan di ruang udara. Beberapa insiden yang melibatkan helikopter militer dan pesawat sipil di Surabaya menjadi bukti perlunya prosedur koordinasi yang lebih ketat antar unit pengatur lalu lintas udara (ATC).

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya forum rutin antara KNKT dan TNI AU, dalam rangka pertukaran ilmu, dan penguatan sistem mitigasi risiko dalam transportasi udara Indonesia.


Share:

BERITA TERKAIT

Survey